Gaya Belajar Anak

mengenal gaya belajar anak-min

Mengenal Gaya Belajar Anak

Lanang, seorang anak usia 5 tahun, sudah masuk di TK besar. Saat anak lain sedang menggambar dengan tenang di tempatnya, Lanang malah berkeliling memperhatikan gambar teman-temannya. Kadang-kadang dia keluar menuju kelas sebelah, di mana anak-anak TK kecil sedang melakukan aktivitas.

Oleh gurunya, Lanang seringkali dianggap sebagai anak yang tidak bisa diam. Karena tidak bisa diam akhirnya Lanang tidak bisa konsentrasi belajar seperti anak lainnya. Padahal bisa jadi sebenarnya Lanang belajar hal lain saat berkeliling memperhatikan gambar teman-temannya.

Misalnya Lanang belajang membuat kategori gambar dari yang dikerjakan teman-temannya. Dari 9 teman sekelasnya, Lanang membuat tiga kategori gambar, yaitu gambar alam, gambar benda hidup, gambar benda tak hidup. Selain itu bisa saja Lanang belajar bersosialisasi dengan anak TK Kecil dan belajar menjadi kakak yang mengayomi adik-adiknya.

Menurut Mom & Dad, apakah anak seperti Lanang sebenarnya belajar atau tidak? Kalau Lanang belajar sesuatu dari apa yang dilakukannya, kenapa carabelajarnya berbeda dengan teman-temannya yang lain?

 

Sudahkah Kita Mengenal Gaya Belajar Anak Kita ?

Apa yang terjadi pada Lanang bisa disebut dengan gaya belajar. Apa itu gaya belajar pada anak?

Secara sederhana, gaya belajar anak diartikan sebagai cara yang unik dan berbeda yang dilakukan seseorang untuk mempelajari sesuatu. Cara unik dan berbeda ini biasanya adalah cara yang paling efektif yang dimiliki seseorang ketika mempelajari sesuatu.

Gaya belajar anak dapat berpengaruh pada bagaimana anak belajar. Jika anak tahu gaya belajarnya, dia bisa belajar dengan lebih efektif. Selain itu juga berpengaruh pada bagaimana guru mengajar. Guru yang tahu gaya belajar murid-muridnya sudah pasti akan menyampaikan materi sesuai dengan gaya belajar anak atau murid.

Terdapat dua versi gaya belajar anak yang saat ini dikenal. Gaya belajar versi VAK yang diusulkan oleh Bobbi DePorter. Sedangkan gaya belajar versi VARK diusulkan oleh Fleeming dan Mills. Gaya belajar dengan model VAK berarti gaya belajar visual, auditory, dan kinesthetic. Sementara untuk gaya belajar VARK, perbedaanya terletak pada huruf R, yaitu gaya belajar reading/writing.

 

Gaya Belajar VARK

Anak dengan gaya belajar visual akan belajar secara efektif jika informasi disajikan dalam bentuk grafik atau gambar. Misalnya diagram batang, diagram garis, diagram pie, chart, infografis dan lain-lain.

Untuk anak dengan gaya belajar auditory, materi pelajaran dapat disampaikan melalui suara atau bunyi. Oleh karena itu anak dengan gaya belajar ini akan fokus mendengarkan saat guru menjelaskan untuk menyerap semua materi pelajaran.

Pada anak yang memiliki gaya belajar reading/writing, pembelajaran melalui teks lebih efektif. Anak perlu diberikan materi dalam bentuk bahan bacaan sehingga bisa mempelajari materi dengan baik.

Sementara itu, gaya belajar yang dimiliki anak kinesthetic mengharuskan dia untuk terlibat secara fisik dalam pembelajaran. Biasanya anak ini belajar dengan sangat baik ketika melakukan sesuai dengan tangan, atau menampilkan gerakan-gerakan tubuh lainnya.

Dari keempat gaya belajar anak ini, si kecil termasuk ke dalam gaya belajar yang mana, ya Mom & Dad?

Mengidentifikasi Gaya Belajar Anak

Karena gaya belajar berpengaruh baik bagi anak maupun bagi guru/orang tua, maka penting untuk mengenali gaya belajar anak. Bagi anak, informasi gaya belajar bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan belajar secara mandiri. Sementara bagi guru dan orang tua, informasi ini dapat digunakan untuk menyusun pola pembelajaran dan pengasuhan yang efektif.

Paling tidak ada tiga cara yang bisa dilakukan oleh guru dan orang tua untuk mengidentifikasi gaya belajar pada anak. Yaitu:

  • Mengidentifikasi secara mandiri melalui indikator tertentu

Mom & Dad bisa mengamati si kecil saat berada di rumah. Dari ucapan dan tindakan yang dilakukannya, pelajari lebih cenderung ke arah mana gaya belajar si kecil. Beberapa indikator bisa digunakan untuk mengidentifikasi gaya belajar anak.

Misalnya, bila si kecil sangat tertarik dengan menggambar, mewarnai, mudah menghafal jalan atau arah, mudah mengenal wajah orang lain, bisa jadi si kecil cenderung memiliki gaya belajar visual.

Sementara itu jika si kecil sering menggunakan gerakan tubuh saat menceritakan sesuatu, senang dengan kegiatan fisik seperti berlari, menari, dan olahraga, atau senang bermain akting, kemungkinan besar si kecil adalah pembelajar kinesthetic.

Masih banyak indicator lain yang bisa Mom & Dad gunakan untuk mengenal gaya belajar anak secara mandiri di rumah.

  • Mengidentifikasi secara mandiri melalui kuis sederhana

Selain melalui indikator, Mom & Dad bisa juga mengidentifikasi gaya belajar anak melalui kuis sederhana. Banyak kuis sederhana yang tersedia di internet yang didesain khusus untuk mengenali gaya belajar anak. Mom & Dad bisa menggunakan kuis-kuis tersebut secara gratis.

  • Mengidentifikasi melalui bantuan psikolog profesional  

Jika Mom & Dad merasa menggunakan indikator atau kuis sederhana dianggap belum valid, maka cara paling baik untuk mengidentifikasi gaya belajar anak adalah berkonsultasi dengan psikolog professional. Psikolog professional memiliki instrumen yang lebih lengkap dan teruji dalam mengidentifikasi gaya belajar anak.

Namun yang perlu diingat adalah kemampuan anak untuk selalu tumbuh dan berkembang. Apapun gaya belajar yang dimiliki anak, tidak secara otomatis anak akan terus menerus memiliki gaya belajar seperti itu. Anak yang saat usia 5 tahun memiliki gaya belajar kinesthetic bisa jadi saat usia 10 tahun berubah menjadi gaya belajar visual.

Mom & Dad sebaiknya jangan terjebak pada satu gaya belajar saja dan mengganggap gaya belajar tidak berubah. Karena justru anggapan seperti ini akan menghambat tumbuh kembang si kecil.

 

ditulis Hilman Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *